Kampus Bukan Sekadar Kuliah

Gambar
Gambar : Kerja Kelompok ( pinterest.com )   Kampus sering kali dipahami hanya sebagai tempat datang ke kelas, duduk, mencatat, lalu pulang. Padahal, kehidupan kampus jauh lebih luas dari itu. Di dalamnya siswa belajar mengenal diri sendiri, berproses bersama orang lain, dan membentuk karakter untuk masa depan. Setiap kegiatan yang dijalani, baik di dalam maupun di luar kelas, memiliki peran penting dalam perjalanan menjadi seorang siswa. Oleh karena itu, kampus seharusnya dimaknai sebagai ruang tumbuh, bukan sekadar tempat menuntut nilai. 1. Belajar bekerja sama Di kampus, siswa terbiasa bekerja dalam kelompok, baik saat diskusi, kepanitiaan, maupun praktikum. Mahasiswa kimia, misalnya, tidak mungkin menyelesaikan praktikum sendirian karena setiap orang memiliki peran masing-masing di laboratorium. Dari situ, siswa belajar berkomunikasi, membagi tugas, dan saling bertanggung jawab. Kerja sama ini mengajarkan bahwa hasil yang baik lahir dari proses bersama, bukan usaha individu sem...

Tips Menghafal Rumus Kimia Tanpa Stres


Gambar : Bingung cara menghafal dengan cepat?

Udah diulang beberapa kali tapi masih aja nggk nyangkut?  Bukan karena salah usahanya, tapi karena kamu tidak tahu tekniknya!

Dalam teknis menghafal selain dari fikiran kita harus tenang, fokus, dan waktu yang pas, kita juga butuh trik hack, agar usaha dan hasilnya lebih efisien. Apalagi sebagai calon seorang ilmuan sains muda kita harus menghafal beberapa rumus dan ketentuan. Tapi bagaimana kita bisa menghafal dan mengingat rumus sebanyak itu?? 

πŸ”‘ Kuncinya: Gunakan Metode Belajar yang Tepat!

Berikut beberapa teknik menghafal cepat yang bisa kamu terapkan khusus untuk pelajaran kimia:

1.) Mnemonik — Buat Cerita Kocak Biar Nempel

Otak manusia suka pola dan cerita, bukan huruf acak. Kamu bisa membuat singkatan lucu. Contoh kimia (Golongan 16):

O, S, Se, Te, Po → “ O rang S urabaya Se neng Te lo Po hong”

Contoh struktur tingkat energi atom:

s, p, d, f → “ S i P anda d oyan f anta”

2.) Pemetaan Pikiran — Bikin Peta Kayak Kasus Detektif Conan

Cocok untuk bahan-bahan yang digabungkan seperti kimia organik, lingkungan dan bahan-bahan sejenis lainnya.

Peta pikiran misal:

"Reaksi Redoks" → oksidator → reduktor → perubahan biloks → contoh korosi → aplikasi elektrolisis

Otak suka visual dan hubungan antar konsep.

3.) Pemotongan — Potong Jadi Kelompok Kecil

Daripada hafal semua tata nama senyawa organik, pecah jadi kategori kecil:

Alk ana → nama dasar + -ana

Alk ena → nama dasar + -ena

Alkoh ol → gugus OH + -ol

Al dehid → gugus -CHO + -al

Dari chaos jadi terstruktur.

4.) Retensi Berjarak — Ulangi dengan Jarak, Bukan Maraton

Belajar sekali banyak hanya membuat otak penuh sesaat lalu hilang. Supaya hafalan lebih awet dan nempel terus, gunakan mixer dengan jeda waktu: hari 1 → hari 3 → hari 7 → hari 14.

Contoh penerapan:

Hafalan seri aktivitas logam (K, Ca, Na, Mg, Al, Zn, Fe, H, Cu, Ag, Au) dicicil dengan jeda, bukan sekali duduk.

5.) Active Recall — Tes Ingatan Tanpa Melihat

Daripada membaca ulang, otak menarik informasi sendiri. Coba lakukan membaca 10 kali lalu recall 10 kali dan tanya jawab 1 kali.

Contoh :

Tutup buku, lalu jawab:

“Apa bedanya ikatan kovalen koordinasi dan kovalen biasa?”

Bukan dihafal, tapi dibor keluar dari kenangan.


Nah, jadi… efektivitas belajar tidak hanya bergantung pada intensitasnya yang berulang, tetapi juga metode yang digunakan. Dengan pendekatan terstruktur seperti retensi spasi, recall aktif, dan chunking, proses menghafal konsep kimia dapat menjadi lebih efisien dan berjangka panjang. Memahami cara otak bekerja adalah langkah awal menuju pembelajaran ilmiah yang lebih matang.


Sampai jumpa dan pantau terus informasi menarik di Jendela Ilmiah selanjutnya πŸ€©πŸ™ŒπŸ»


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINI PRAKTIKUM (BETADINE DENGAN VITAMIN C)

BANK ILMIAH VOL 10

BANK ILMIAH VOL 6